Postingan

Solusi Untuk Backpacker, Traveler Dkk

Gambar
Pernahkah kalian berada di posisi seperti ada keperluan di salah satu kota dan membutuhkan tempat menginap namun hanya 1 malam?   Saya pribadi pernah mengalaminya, suatu hari saya pergi ke Jakarta Timur menggunakan kereta dengan tujuan Pasar Senen. Saya perlu tempat untuk bermalam tapi karena tidak punya saudara di sana dan tidak memiliki uang yang cukup untuk menginap di hotel jadi saya terpaksa harus tidur di stasiun Pasar Senen dan pindah ke masjid saat waktunya shalat, karena masjid di dekat stasiun hanya buka di jam-jam tertentu, ya tidak 24 jam. Pengalaman saya tidur di Stasiun bisa dikatakan miris karena harus tidur di kursi tunggu, ya saya tidur sambil duduk. Tentu saja saya tahu bahwa itu tidak seharusnya saya lakukan tapi karena keadaan mau bagaimana lagi? Setelah berbulan-bulan berlalu saya menemukan solusi. Saat mendengar podcast dari Raditya Dika bersama dengan traveler (saya lupa namanya) saya jadi tahu bahwa ada aplikasi untuk para kita traveler & backpacker meng...

Raditya Dika

Awalnya saya juga tidak suka dengan Raditya Dika karena pernah ada satu video di channel YouTube nya yang memperlihatkan bahwa dia adalah orang yang suka merendahkan orang lain, pada suatu waktu saya melihat podcast dia bersama VINDES, akhirnya saya tertarik hingga akhir akhir ini saya malah suka dengan Podcast nya dan selalu mendengarkan podcast terbarunya hingga saat ini, hal yang paling ku suka dari dia adalah karya cerpennya yang dia tulis dan dia bacakan di kanal YouTube nya.

Raim Laode

Jujur kawan kawan, dulunya saya tidak suka dengan lagu Komang tapi kalo ada orang lain yang memutar lagu itu saya biasa saja, kenapa? karena sudah over play di media sosial pada saat lagu itu populer.  Hingga pada akhirnya saya tidak suka dengan pembuatnya, tapi akhirnya saya paksakan untuk menonton podcast nya bersama Raditya Dika karena memang pernah ada potongan pendek dari Podcast nya tersebut yang pernah saya lihat.  Akhirnya saya berfikir lagi kenapa saya tidak suka dengan Kak Raim, dan akhirnya saya sadar bahwa saya hanya tidak suka dengan salah satu karyanya bukan orangnya .  Jadi saya hanya bisa berfikir yasudah saya nikmati karya lainnya saja yang sesuai dengan diri saya, bukan malah menghujat dan membencinya .